Berbahayakah Mengkonsumsi Kerang Saat Hamil?

emaneman Berbahayakah Mengkonsumsi Kerang Saat Hamil? -  Ada begitu banyak mitos yang berkembang di masyarakat mengenai makanan dan minuman yang dilarang selama kehamilan. Salah satunya makan kerang saat hamil. Kehamilan adalah sebuah momen indah yang dinanti-nantikan oleh setiap ibu. Tak heran bila seorang ibu berusaha sebaik mungkin memperhatikan asupan makanan dan nutrisinya selama kehamilan agar sang bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.
hamil, kerang

Sayangnya, beberapa mitos mengenai makanan dan minuman yang dilarang selama kehamilan seringkali membuat para ibu khawatir. Salah satu kekhawatiran yang sering ditanyakan adalah keamanan makan kerang saat hamil.
Benarkah makan kerang saat hamil berisiko melahirkan anak autis?
Makan kerang saat hamil seringkali dikaitkan dengan risiko kecacatan dan autisme pada sang bayi. Karena kerang mengandung sejumlah zat logam dan merkuri yang berbahaya. Hal ini pernah dibuktikan oleh sebuah penelitian. Penelitian tersebut mengaitkan kebiasaan konsumsi seafood dengan risiko autisme. Namun, perlu diketahui bahwa penelitian tersebut hanya mengaitkan seafood yang memiliki kandungan merkuri yang tinggi. Padahal ada beberapa seafood lainnya yang memiliki kandungan merkuri yang rendah.

Selain itu, beberapa penelitian lainnya juga tidak memukan hubungan antara kebiasaan mengonsumsi seafood dengan risiko autisme. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa hubungan sebab akibat antara kedua hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Bumil wajib menghindari Seafood dengan kandungan merkuri tinggi
Dilansir dari laman Alodokter, dr. Sonia Loviarny mengatakan bahwa mengonsumsi kerang saat hamil boleh saja dilakukan. Mengingat kerang adalah salah satu bagian seafood (makanan laut) yang sangat kaya akan protein, zat besi, zinc, dan omega 3 yang penting untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi.
Menurut dr. Sonia, hal yang harus diwaspadai ketika ibu hamil mengonsumsi seafood bukanlah jenisnya melainkan kandungan merkurinya. Sebab ibu hamil yang mengonsumsi seafood dengan kandungan merkuri yang tinggi memang dapat menganggu perkembangan otak dan sistem saraf pada janin.

Food and Drug Administration (FDA) menyatakan bahwa seafood yang memiliki kandungan merkuri tertinggi ialah seafood yang berukuran besar. Seperti ikan todak (swordfish), hiu, makarel, dan tilefish. Adapun seafood yang memiliki kandungan merkuri terendah adalah salmon, sarden, ikan kod, dan lele.

Ibu hamil tetap boleh mengonsumsi seafood dengan kandungan merkuri yang rendah sebanyak 2-3 porsi (220-340 gram) per minggu. Selain memperhatikan kandungan merkuri, Sonia juga mengingatkan ibu hamil untuk tidak mengonsumsi seafood dalam keadaan mentah.

Mengonsumsi seafood seperti kerang mentah bisa meningkatkan risiko keracunan pada ibu hamil. Karena seafood, terutama kerang mentah sangat rentan terkontaminasi oleh bakteri, virus, dan toksin yang jahat. Bila ingin mengonsumsi kerang, sebaiknya pastikan bahwa Anda telah memasak kerang tersebut dengan matang sempurna. Setidaknya dalam suhu internal 145 F atau 63 C.
Biasanya cangkang kerang akan terbuka ketika kerang telah matang. Hindari mengonsumsi kerang dengan cangkang yang tidak terbuka. Bakteri dan virus apapun pada umumnya akan terbunuh selama proses pemasakan. Dengan begitu, ibu hamil pun akan terhindar dari risiko keracunan makanan.

Cara memilih kerang yang aman saat hamil
  • Pastikan bahwa kerang tersebut masih segar. Lebih baik pilih kerang yang masih dalam keadaan hidup. Deengan kondisi cangkangnya masih terbuka
  • Selalu pilih kerang yang berasal dari perairan jernih serta tidak terkontaminasi polusi industri
  • Jangan memilih kerang yang telah berbau amis

Semoga artikel saya bermanfaat untuk ibu hamil dan calon bumil yaaaa..
Terimakasih

Posting Komentar

0 Komentar